5 Ideas Memulai Bisnis Pasca Pandemi Covid

Terlepas dari apapun jenis usaha dalam bisnis kamu nanti, satu hal yang pasti adalah kamu perlu untuk keluar dari zona nyamanmu. Kempupera minta BUJT meningkatkan pemenuhan SPM di jalan tol sekali pun di tengah keuangan yang sulit akibat pandemi Covid-19. “Kami mementingkan kepuasan pelanggan, seperti memberikan garansi barang satu tahun untuk memberikan rasa aman dan nyaman ketika konsumen berbelanja,” ungkapnya. Pelaku UMKM tersebut sebetulnya memiliki modal besar, lahan yang strategis dan stok produk yang mumpuni, namun kurang konsisten dalam mengelola bisnisnya. Selain itu, penting untuk memisahkan kontak pribadi dengan kontak bisnis, sehingga pelaku UMKM tidak repot ketika berkontak dengan klien dan mitra bisnis di tengah kesibukannya dengan aktivitas lain. Menurut Raiy, berdasarkan riset yang dilakukannya ke para pelaku UMKM dadakan, pelaku UMKM harus tahu betul tentang segmentasi konsumennya, bukan asal memilih bisnis.

Utamakan stabilnya pemasukan, tahan keinginan untuk ekspansi jika belum memungkinkan. Optimalkan modal yang terbatas dan tunggu hingga kondisi perekonomian kembali stabil sebelum memulai ekspansi. Bagi mereka yang baru menggeluti dunia bisnis, ini akan menjadi tantangan yang dapat memberikan keuntungan apabila ditekuni secara matang. Caranya yang praktis, membuat bisnis online digandrungi oleh banyak orang karena bisa dilakukan di mana saja, bahkan dari rumah. Bisnis online bisa menjadi solusi bagi mereka yang ingin merintis bisnis di tengah pandemi untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Jika hanya mengandalkan berjualan secara offline, Anda hanya dapat menjangkau konsumen yang ada di sekitar saja. Karena dengan berbisnis online Anda bisa menjangkau konsumen secara luas lagi. Tidak hanya satu kota, satu provinsi, bahkan satu negara pun bisa Anda jangkau. Dikarenakan cakupan konsumen di bisnis on-line tidak terikat dengan masalah geografis.

Liputan6.com, Jakarta – Tidak dapat disangkal bahwa wabah virus corona atau covid-19 telah secara dramatis mengubah hampir setiap aspek kehidupan setiap orang di seluruh dunia. Dari perspektif bisnis, pasar saham mengalami kerugian satu hari terbesar dalam sejarah. Seperti diketahui bisnis kuliner seperti cafe dan restoran yang memberikan layanan makan di tempat (dine-in) merupakan salah satu bisnis yang terkena imbas covid-19. Berdasar Riset dari Mckinsey & Company menyebutkan bahwa 58% konsumen Indonesia memilih mengurangi frekuensi makan di tempat selama virus Covid19 ini berlangsung. JAKARTA – Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak terhadap sektor kesehatan, tetapi juga perekonomian dimana banyak perusahaan dipaksa tutup menyusul pembatasan aktivitas hingga menimbulkan gelombang PHK.

Membuka Bisnis di masa pandemi

Apabila Anda menjalankan bisnis offline mungkin mengeluarkan cukup banyak uang untuk biaya pemasaran produk, seperti memasang iklan, mencetak brosur, dan sebagainya. Sedangkan, ketika Anda memiliki bisnis on-line, Anda dapat berjualan sekaligus mempromosikan produk dengan biaya yang lebih murah dan dapat dijangkau secara luas, karena tidak dibatasi oleh letak wilayah. Biasanya pelaku bisnis online, memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook dalam memasarkan produk, karena kedua media sosial tersebut memiliki banyak pengguna di seluruh penjuru dunia.